Jelang MotoGP 2018, Yamaha Masih Bermasalah Bagi Rossi-Vinales

Para penggemar MotoGP 2018 tentu sudah tak sabar dimulainya Grand Prix Qatar hari Minggu (18/3) mendatang. Bertempat di sirkuit Losail, para pebalap sudah saling memamerkan mesin motor baru mereka. Hanya saja keluhan justru datang dari duo Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Baik Rossi dan Vinales sama-sama komplain soal versi terbaru YZR-M1 yang akan mereka kendarai di musim 2018.

 

Rossi dan Vinales sendiri memang menguji YZR-M1 dalam dua sesi tes pramusim di Sepang, Malaysia dan di Buriram, Thailand. Honda sendiri menguasai posisi terdepan selama tiga hari tes pramusim di Buriram. Rossi sendiri harus puas cuma ada di posisi ke-10, sementara Vinales di peringkat ke-12. Massimo Meregali selaku Direktur Tim Movistar Yamaha pun menuturkan perbedaan keluhan di antara Rossi dan Vinales, seperti dilansir GPOne.com.

 

“Di Buriram, beberapa kekurangan yang kami alami pada tahun lalu muncul lagi. Tapi kali ini dua pebalap mengeluhkan tentang dua hal berbeda dan ini memaksa kami untuk bekerja pada dua arah ynag berbeda. Rossi sangat senang dengan laju motor baru, tapi dia kesulitan dalam hal prangkat elektronik. Sementara untuk Vinales, keluhannya adalah tak bisa menghentikan laju motor atau membelokkannya sesuai kata hati,” jelas Meregali.

 

Yamaha Belum Bisa Move On Dari Jorge Lorenzo?

Prestasi yang dicetak Rossi dan Vinales memang masih jauh dari kata memuaskan. Bahkan Nicolas Goyon selaku kepala mekanik Tech3 menyebut kalau Yamaha mengalami kesulitan sejak ditinggakan Jorge Lorenzo ke Ducati pada 2016 silam. Sekedar informasi, Lorenzo sendiri ada di tim Yamaha sejak tahun 2008 sebelum akhirnya hengkang ke Ducati. Sembilan tahun bersama, Lorenzo menyumbangkan tiga gelar juara dunia dan 44 kemenangan untuk Yamaha.

 

Yamaha langsung menggaet Vinales sebagai pengganti Rossi yang rupanya tak seindah rencana. Bahkan pada MotoGP musim 2017, Rossi-Vinales cuma meraih empat kemenangan saja karena memang mesin motor M1 sangat bermasalah.

 

“Kami pernah memiliki Pol Espargaro dan kita semua tahu bahwa Pol kesulitan dengan gaya Yamaha. Gaya Yamaha, untuk semua orang. Anda harus memahami, adalah gayanya Jorge Lorenzo. Gaya itu masih nomor satu di Yamaha, dia adalah targetnya. Jadi seorang pebalap sanadomino baru, dia harus menyamai gaya membalap seperti ini: mulus, dengan motor tidak bergerak (sliding),” jelasGoyon seperti dilansir Crash.net.

 

Tim Milik Rossi Gabung di MotoGP 2019?

Lepas dari masalah motor baru Yamaha, pabrikan motor asal Jepang itu sepertinya bakal berpisah dengan Tech3 di akhir musim 2018. Hengkangnya Tech3 membuka rumor bahwa VR46, tim milik Rossi akan ikut serta pada turnamen MotoGP 2019. Perginya Tech3 ini memang cukup disayangkan mengingat dirinya dan Yamaha sudah bekerja keras selama 18 tahun terakhir.

 

Perginya Tech3 memicu rumor bahwa VR46 akan masuk sebagai tim satelit Yamaha. Meskipun masih rumor, VR46 yang sudah memiliki tim di Moto3 dan Moto2 membuat kemungkinan itu terbuka lebar. Hanya saja rumor ini langsung dibantah Alberto Tebaldi selaku bos VR46 dan orang kepercayaan Rossi.”VR46 sudah terlibat dalam MotoGP, dengan keberadaan Valentino (sebagai rider) dan tim pabrikan Yamaha. Sulit untuk menginginkan lebih. Saat ini kami tidak berencana menurunkan tim di MotoGP. Bisa jadi kami akan mengevaluasi lagi situasinya saat Valentino sudah memutuskan pensiun dari balap motor, mungkin ke dunia balap mobil,” papar Tebaldi.