Banjir Ciliwung, 2.000 Ton Sampah Diangkut

Semua orang juga tahu jika banjir di aliran sungai Ciliwung memberikan PR baru bagi Pemprov DKI Jakarta. Bahkan terbaru, ada ribuan ton sampah yang harus dibersihkan hingga hari Rabu (7/2) kemarin. Tak main-main, total sampah yang sudah diangkut mencapai 2.000 ton, seperti dilansir Detik. Jumlah sampah ini terbilang meningkat daripada dua hari sebelumnya. Di mana Dinas Lingkungan Hidup sempat mengangku 1.596 ton sampah pada 5-6 Januari 2018.

 

“Kemarin sampai hari ini sampah ada 2.000 ton itu sampahnya aneh.Ranting-ranting, (batang) pohon tumbang yang mungkin jatuh dari tebing sana jadi luar biasa memang kita standby terus. Sama kulkas ya,” ungkap Saefullah selaku Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Membenarkan penjelasan Saefullah, Isnawa Adji yang menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkuhan Hidup menyebutkan kalau ribuan ton sampah sungai Ciliwung diangkut dari tiga titik Kanal Banjir Barat (KBB) yaitu Seasons City, pintu air Manggarai dan jembatan Kampung Melayu.

 

Demi membersihkan sampah-sampah itu, Isnawa mengerahkan 90 personel. Total sampah ini bahkan cukup menyedihkan karena bertambah drastis. “Jadi biasanya sampah kali sungai paling banyak 300 ton se-Jakarta. Kalau lihat kondisi di 3 lokasi itu saja sudah naik sampai dengan 1.596 ton,” tutup Isnawa.

 

Banjir Kampung Melayu Belum Usai

 

Sementara itu, meskipun di beberapa kawasan dikabarkan sudah surut, faktanya warga Kampung Melayu masih terendam dengan banjir hingga Rabu (7/2) kemarin. Sempat diberitakan surut, genangan air justru kembali naik di RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur pada pukul 08.30 WIB. Begitu meresahkan karena ketinggian air jauh lebih tinggi dari Selasa (6/2) sore. Di mana tercatat mencapai 170cm atau setinggi orang dewasa.

 

“Kalau yang di tembok oranye (dekat tiang indikator) itu udah sampe 170. Kalau yang deket kali nyampe 2 meter setengah. Air semakin banyak, kemarin sempet surut sekarang nambah lagi. Mulai naik jam 23.00 WIB, cuma agak lambat nggak kayak cepat kemarin kenaikannya tinggi. Warga Bandar togel terpercaya nggak ada yang balik ke pengungsian soalnya kenaikannya cuma dikit. Nggak separah kemarin kenaikannya,” ujar Ketua RT 13/04, Sanusi.

 

Sanusi pun menuturkan jika listri sempat menyala selama satu menit yang kemudian kembali dipadamkan oleh PLN lantaran khawatir bisa terjadi konsleting. Disebutkan pula jika di Kampung Melayu air memang sempat surut pada sore hari jelang Maghrib. DI mana sebelumnya air tercatat turun jadi 120 cm setelah sebelumnya mencapai 250 cm.

 

Waspada Penyakit Setelah Banjir

 

Tak hanya warga Kampung Melayu, masyarakat di kelurahan Rawajati, kecamatan Pancoran Barat, Jakarta Selatan juga harus mengalami banjir. Bahkan hingga Selasa (6/2), banjir belum juga surut karena hujan deras kembali mengguyur. Hal ini membuat beberapa warga yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi di Puskesmas Rawajati 2 atau menumpang di beberapa rumah warga lainnya yang bersedia.

 

Banjir di Rawajati ini juga membuat beberapa warga jatuh sakit. drg Andi Sukma selaku Kepala Puskesmas Rawajati 2 sampai menetapkan kebijakan layanan gawat darurat di malam hari. “Masalah yang paling sering itu batuk pilek, demam, sama masalah kulit, gatal-gatal. Sejauh ini masih bisa diatasi oleh puskesmas. Hanya kendalanya adalah pemberian obat-obatan seperti hipertensi dan penyakit gula yang hanya dapat diberikan pada pagi hari saat pelayanan karena tidak ada di puskesmas. ” jelas drg Andi kepada detikHealth.

Raheem Sterling; Pemain Manchester City ‘Dibantai’ Oleh Tackle

Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi. Manchester City saat ini berada di puncak klasemen Premier League dan mendapatkan poin penuh untuk meraih gelar podium.Di bawahnya ada United tetapi terpaut poin yang sangat jauh hingga Jose Mourinho pun putus asa untuk bisa kalahkan City.Pemain City juga bermain sangat luar biasa dengan berbagai kemenangan yang mereka raih.Mereka juga mendapatkan banyak pujian. Mungkin ini salah satu yang membuat pemain City mendapatkan ‘serangan’ berupa tackle dari pemain dari berbagai klub lain.

City Harus Mendapatkan Perlindungan

Raheem Sterling meyakini jika semua rekannya di Manchester City bisa absen di Piala Dunia jika mereka tidak mendapat perlindungan lebih baik dari wasit. Wasit dianggap salah satu faktor penting yang dapat memberikan perlindungan kepada pemain City seiring maraknya tackle yang dilakukan oleh pemain lain terhadap pemain City. Raheem Sterling seakan menyadari jika pemain Manchester City “dibantai” oleh pemain lain yang cukup berbahaya dan mengatakan bahwa pejabat Premier League harus berbuat lebih banyak untuk melindungi rekan-rekannya.

Sebagai contoh, Pemain sayap West Brom Matt Phillips segaja dimasukkan bahkan bisa dikatakan dipesan untuk menghentikan langkah pemain luar biasa Brahim Diaz dengan cara yang kasar dalam kemenangan liga 3-0 City di pertengahan pekan. Tidak hanya berhenti di situ, peristiwa menyakitkan tersebut juga kemudian diikuti dengan tindakan Nonton Film Online yang tidak menyenangkan dari pemain sayap James McClean setelah dia menyerang pemain playmaker City, Kevin De Bruyne.

Tentu, bisa jadi, salah satu yang paling menyakitkan adalah apa yang terjadi pada Leroy Sane. Leroy Sane mendapatkan serangan tackle yang sangat keras dari Joe Bennette minggu lalu. Pep Guardiola katakana pada media jika Leroy Sane akan absen setidaknya enam minggu karena cedera ligamen pergelangan kaki yang dideritanya saat City tuai kemenangan 2-0 di Cardiff City di babak keempat Piala FA bulan lalu. Walaupun Joe Bennette telah meminta maaf melalui akun twitternya, tetap saja Leroy Sane menjadi ‘korban’.

Sterling; Tidak Adil, Kami Butuh Perlindungan

Dari semua yang telah terjadi, ternyata itu mendapatkan perhatian penuh dari Sterling.Dia bahkan mengatakan dengan cukup sedih bahwa rekan-rekannya dibantai dan hal itu sangat menyedihkan untuk melihat mereka diserang.”Beberapa pemain dibantai di sana dan sangat menyedihkan untuk melihatnya,” kata Sterling. Seakan Sterling memahami apa yang dirasakan oleh rekan-rekannya.

Dia melanjutkan; “Akan ada tantangan yang tidak tepat waktunya dan mungkin tidak semuanya disengaja, tapi jika itu adalah serangan tackle berbahaya, maka itu adalah serangan tackle berbahaya (tidak bisa dipungkiri dan tidak hanya dianggap sebagai pelanggaran) dan wasit dan pejabat harus mengatasi masalah serangan tackle (yang terjadi beberapa kali) ini.

Bahkan menurut Sterling, apa yang dia dan rekannya rasakan saat ini adalah ketidakadilan. Dia katakan; “Saya merasa tidak adil saat ini.Kami belum cukup terlindungi dalam situasi tertentu.”Mungkin ada benarnya jika pemain City membutuhkan perlindungan pada saat mereka bermain. Namun, perlindungan seperti apa, hal itu cukup sulit diungkapkan karena tackle juga menjadi bagian dari permainan sepakbola.

Sterling mengatakan bahwa potensi cedera akibat serangan berbahaya dapat menyebabkan pemain kehilangan kesempatan untuk bermain di Piala Dunia di Rusia akhir tahun ini. “Mayoritas pemain di papan atas dan di tim kami akan bermain di dalamnya dan akan sangat menyedihkan melihat seseorang melewatkan turnamen karena serangan tackle yang konyol,” tambahnya.

Kak Seto: Siswa Penganiaya Guru Adalah Korban

Kak Seto, Ketua KPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) angkat bicara tentang kejadian tragis penganiayaan guru SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Ahmad Budi Cahyono (26) hingga menemui ajal oleh siswanya, HI (17). Guru seni rupa tersebut meninggal dunia pasca perawatan di ruang ICU.

 

Kak Seto mengungkapkan bahwa ia memahami perasaan masyarakat yang tak terima dengan perilaku HI. Tetapi ia juga berharap bahwa undang-undang tetap menjadi acuan untuk menegakkan hukum.

 

Bila dilihat dari latar belakangnya, yang bersangkutan adalah korban dari lingkungan yang kurang kondusif sehingga mendorongnya menjadi pelaku kekerasan. Bagaimana pun juga tersedia undang-undang peraturan pidana bagi anak sehingga mereka tak hanya dilihat sebagai pelaku yang keji namun juga korban, kata Kak Seto.

 

Terlepas dari itu Kak Seto setuju bila HI harus mendapatkan ganjaran atas perbuatannya, tetapi mengingat pelaku Bandar togel hongkong belum cukup umur ia menyarankan bahwa hukuman yang dimaksud lebih bersifat rehabilitative. Artinya hukuman yang mendidik agar anak tak lagi menjadi pelaku tindakan criminal yang lebih besar.

 

Apalagi saat ini penjara anak telah berganti dengan LPK atau Lembaga Pendidikan  Khusus sebagai tempat pembinaan pelaku criminal di bawah umur. Dengan begitu Kak Seto berharap HI sadar serta tak lagi mengulang perbuatannya di masa depan.

 

Bisa terjadi ada tindakan yang melanggar harga diri si anak, lanjut Kak Seto.

 

Polres Sampang sendiri telah menetapkan HI sebagai tersangka dan terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara sesuai Pasal 351 ayat 3 KUHP. Sebelum status tersangka itu ditetapkan polisi telah memeriksa 9 saksi serta mengumpulkan dokumen-dokumen hasil visum korban dari Puskesmas Jrengik, RSUD Sampang, serta Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.

 

Hingga ditetapkan sebagai tersangka, pelaku, berinisial HI (17) asal desa Torjun, kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang tak terlihat trauma. Yang bersangkutan berada dalam kondisi sehat tanpa gangguan psikis.

 

AKBP Budi Wardiman, Kepala Polres Sampang menjelaskan bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar dan pelaku berada dalam kondisi baik.

 

Walaupun tak mengalami trauma, tapi karena masih di bawah umur, pelaku HI memperoleh perlakukan khusus. Tersangka yang lahir tanggal 13 Maret 2001 menjalani pemeriksaan dengan pendampingan orangtua, psikiater, petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, pekerja social, petugas Balai Pemasyarakatan, dan penasehat hukum.

 

Berkaitan dengan penasehat hukum tersebut dari pihak keluarga pelaku masih berunding dan akan secepatnya  diputuskan bila memang diperlukan. Ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Su’ud kakak kandung pelaku.

 

HI sendiri dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dan terancam dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara.

 

Kronologi peristiwa tersebut bermula pada saat pelajaran Seni Rupa yang diajarkan oleh guru Budi pada hari kamis 1 Februari lalu pukul 13.00 WIB. Pada waktu itu guru Budi mendapat laporan dari beberapa siswa bahwa pelaku mengganggu murid-murid yang lain dengan mencoret-coret lukisan mereka. Pak guru pun memperingatkan HI  namun tak digubris hingga akhirnya yang bersangkutan mencoret pipi pelaku dengan cat lukis.

 

Emosi HI tiba-tiba tersulut dan menganiaya guru seni rupa honorer tersebut. Pada saat peristiwa guru tersebut sama sekali tak melawan hingga akhirnya dilerai oleh guru yang lain dan juga beberapa siswa. Rupanya pukulan tersebut berakibat fatal yang menyebabkan guru Budi menemui ajal. Menurut diagnose dokter, Budi mengalami mati batang otak serta seluruh organ tubuhnya tak berfungsi.

Film Mulan dibuat Live Action

Beberapa tahun terakhir ini Disney rajin me-remake film-film klasik animasinya dalam bentuk live action. Setelah The Jungle Book, Cinderella, Little Mermaid, serta Beauty and The Beast, kali ini  giliran Mulan yang akan diproduksi ulang untuk tayang di layar lebar. Sayangnya bagi beberapa fans Bandar togel hk ini justru bukan berita baik, hingga muncul petisi online untuk menentangnya.

 

Takut Mulan akan diperankan aktris berkulit putih

Apa yang sesungguhnya terjadi? Ternyata para penggemar khawatir bahwa karakter Mulan dalam versi live action ini nanti akan diperankan oleh aktris ras kaukasoid alias berkulit putih.

 

Tentu saja ini karena kecenderungan whitewashing yang semakin kerap dilakukan para sineas Hollywood, dimana karakter-karakter yang sebenarnya berasal dari berbagai ras di dunia justru diperankan oleh actor dan aktris kaukasia. Anda dapat menyaksikannya  pada film Doctor Strange, Ghost in Shell, serta Last Airbender.

 

Petisi yang dibuat oleh para fans Disney tersebut ingin memastikan bahwa Mulan diperankan oleh aktris berdarah Asia mengingat film ini merupakan adaptasi dari legenda asal Tiongkok. Hingga saat ini kabarnya ada lebih dari 90 ribu orang yang telah menandatangani petisi tersebut.

 

Nathalie Molnar, penggagas petisi tersebut menyebut bahwa whitewashing mempunyai dampak yang membahayakan tak hanya berkaitan dengan film itu sendiri melainkan juga untuk penonton serta masyarakat di dunia acting.

 

Para penonton film ini, terutama anak-anak dan remaja di luar ras kulit putih akan kesulitan mengidentifikasi dirinya serta sulit untuk menerima dirinya. Ini karena kecantikan kulit putih-lah yang menjadi standar sesuatu yang paling ideal, tentu saja ini tak benar, tak hanya di Amerika tetapi juga di seluruh dunia.

 

Untungnya pihak Disney merespon kekhawatiran ini walaupun sebelumnya beredar rumor bahwa aktris Jennifer Lawrence yang akan memerankan Mulan. Yang pasti pada versi live action ini nantinya kisah Mulan akan dibuat lebih dewasa, gelap, dan serius.

 

Ini pemeran Mulan versi Live Action

Setelah cukup lama menjadi teka-teki akhirnya para fans film Disney bisa merasa lega karena pemeran Mulan ternyata adalah seorang aktris Tiongkok Chrystal Liu atau Liu Yifei. Ia sendiri bukanlah aktris pendatang baru di Tiongkok. Raut wajahnya yang polos seolah tanpa dosa membuatnya menyandang gelar sang peri dari para fans di negeri tirai bambu tersebut.

 

Aktris 30 tahun ini sejak remaja telah berkecimpung dalam dunia acting dengan membintangi sejumlah drama. Ia juga pernah berakting bersama para legenda yaitu Jet Li dan Jackie Chan pada film The Forbidden Kingdom, selain itu ia juga dipercaya menjadi brand ambassador beberapa produk internasional, termasuk Dior.

 

Karir aktingnya juga didukung oleh pendidikan yang telah ditempuh yaitu di Beijing Film Academy, dan ia juga fasih berbahasa Inggris karena menghabiskan masa kecilnya di New York.

 

Casting yang super ketat

Walaupun sudah lama malang melintang dalam dunia acting, faktanya Liu Yifei tak mendapatkan peran Mulan ini dengan instan namun melalui proses penyaringan super ketat. Kabarnya proses casting telah dilakukan di lima benua dengan ribuan kandidat.

 

Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah mempunyai keahlian bela diri, fasih berbahasa Inggris, serta memancarkan aura bintang. Film ini sendiri akan ditangani oleh sutradara Nicki Caro dan akan dirilis di tahun depan.

 

Kisah Mulan sendiri merupakan adaptasi dari legenda Tiongkok yang mengisahkan cerita hidup Fa Mulan, seorang wanita yang menyamar menjadi pria demi menggantikan ayahnya mengikuti wajib militer. Siapa sangka akhirnya dialah yang menyelamatkan kaisar dari ancaman pembunuhan para pemberontak.

Panitia Asian Games 2018 Masih Kurang Dana Rp 1,1 Triliun

Terhitung tujuh bulan lagi, turnamen olahraga tingkat benua Asia yakni Asian Games 2018 bakal dilangsungkan di Indonesia. Mengambil dua kota besar yakni Jakarta dan Palembang, Asian Games 2018 akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Persiapan maksimal tentu dilakukan oleh pihak Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC). Namun kabarnya dana masih belum juga mencukupi.

 

Detik melaporkan bahwa INASGOC masih butuh tambahan anggaran sekitar Rp 1,1 triliun untuk menutupi kebutuhan pembayaran sewa venue, serta opening dan closing ceremony. Demi menutupi kekurangan dana, INASGOC sampai meminta bantuan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Menurut Gatot S Dewa Broto selaku Deputi Keuangan INASGOC, pihaknya sudah mendapatkan Rp 1,79 triliun dari APBN Indonesia 2018.

 

Lantaran dana masih kurang, INASGOC pun sempat berharap pada pihak sponsor. Namun target sponsor sepertinya tak terpenuhi lantaran waktu yang sangat mepet. Gatot menjelaskan jika dana sebesar itu awalnya untuk test event tetapi akhirnya diputuskan jika uji coba memakai anggaran yang masih ada. Bicara soal dana INASGOC yang membengkak, sebetulnya Eris Herryanto selaku Sekjen INASGOC, sempat memprediksi jika akan ada penambahan anggaran karena biaya penginapan tamu dari Olympic Council of Asia yang mengharuskan sewa kamar hotel di area GBK.

 

Renang Ajukan Dana Pelatnas Rp 9,9 Miliar

 

Bukan hanya INASGOC yang masih kekurangan dana jelang Asian Games 2018. Karena beberapa pengurus cabang olahraga (cabor) juga harus berpikir cerdas dan memilah-milah anggaran mereka. Salah satunya ialah Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PBPRSI) yang rupa-rupanya juga tidak memperoleh dana pelatnas sesuai harapan proposal Asian Games 2018.

 

Menurut PRSI, mereka awalnya mengajukan dana pelatnas mencapai Rp 9,9 miliar, tetapi hanya disetujui sekitar Rp 2,46 miliar oleh Kemenpora. Tak cuma itu saja, Kemenpora juga mengurangi jumlah atlet pelatnas yang membuat PRSI mengutamakan atlet-atlet berpotensi medali saja.

 

“Pada dasarnya kami akan memanfaatkan dan memaksimalkan apa yang diberikan pemerintah. Namun, kami juga akan mencari sumber pendanan yang lain, apakah itu seperti sponsor atau swadaya. Jadi karena jumlah atlet dalam Surat Keputusan (SK) dikurangi, anggaran try out juga dikurangi maka harus kami membagi mana yang harus berangkat duluan, mana yang selanjutnya. Artinya tetap kami prioritaskan atlet yang potensi medali emas untuk pergi uji coba. Sedangkan sisa atlet dari 22 perenang pengajuan awal akan tetap berlatih. Tetapi di klub-klubnya masing-masing,” ungkap Wisnu Wardhana selaku Kepala Pembinaan Prestasi PRSI.

 

Angkat Besi Tak Pedulikan Dana Pemerintah

 

Setali tiga uang dengan renang, angkat besi juga tidak memperoleh dana sesuai harapan. Namun hal itu tidak membuat timnas angkat besi menghentikan ambisi menyumbangkan medali emas pada Asian Games 2018. Rosan P Roeslani selaku Ketum Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) mengakui bahwa angkat besi adalah salah satu cabor andalan Indonesia untuk mendulang medali emas.

 

Rosan membeberkan jika pemerintah menargetkan angkat besi memperoleh satu medali emas namun PABBSI sendiri berhasrat bisa mendapatkan dua medali emas. “Kami ini pejuang. Kami juga akan berupaya sendiri, dengan adanya sponsor, Bagi kami, PABBSI, tentu dengan anggaran Togel Singapura yang kami terima, kami akan berjuang semaksimal mungkin. Tetapi angkat besi ini adalah cabang unggulan, mohon ada prioritas juga karena memang kami adalah salah satu cabang yang diprioritaskan juga untuk dapatkan medali,” tutup Rosan.