Film Mulan dibuat Live Action

Beberapa tahun terakhir ini Disney rajin me-remake film-film klasik animasinya dalam bentuk live action. Setelah The Jungle Book, Cinderella, Little Mermaid, serta Beauty and The Beast, kali ini  giliran Mulan yang akan diproduksi ulang untuk tayang di layar lebar. Sayangnya bagi beberapa fans Bandar togel hk ini justru bukan berita baik, hingga muncul petisi online untuk menentangnya.

 

Takut Mulan akan diperankan aktris berkulit putih

Apa yang sesungguhnya terjadi? Ternyata para penggemar khawatir bahwa karakter Mulan dalam versi live action ini nanti akan diperankan oleh aktris ras kaukasoid alias berkulit putih.

 

Tentu saja ini karena kecenderungan whitewashing yang semakin kerap dilakukan para sineas Hollywood, dimana karakter-karakter yang sebenarnya berasal dari berbagai ras di dunia justru diperankan oleh actor dan aktris kaukasia. Anda dapat menyaksikannya  pada film Doctor Strange, Ghost in Shell, serta Last Airbender.

 

Petisi yang dibuat oleh para fans Disney tersebut ingin memastikan bahwa Mulan diperankan oleh aktris berdarah Asia mengingat film ini merupakan adaptasi dari legenda asal Tiongkok. Hingga saat ini kabarnya ada lebih dari 90 ribu orang yang telah menandatangani petisi tersebut.

 

Nathalie Molnar, penggagas petisi tersebut menyebut bahwa whitewashing mempunyai dampak yang membahayakan tak hanya berkaitan dengan film itu sendiri melainkan juga untuk penonton serta masyarakat di dunia acting.

 

Para penonton film ini, terutama anak-anak dan remaja di luar ras kulit putih akan kesulitan mengidentifikasi dirinya serta sulit untuk menerima dirinya. Ini karena kecantikan kulit putih-lah yang menjadi standar sesuatu yang paling ideal, tentu saja ini tak benar, tak hanya di Amerika tetapi juga di seluruh dunia.

 

Untungnya pihak Disney merespon kekhawatiran ini walaupun sebelumnya beredar rumor bahwa aktris Jennifer Lawrence yang akan memerankan Mulan. Yang pasti pada versi live action ini nantinya kisah Mulan akan dibuat lebih dewasa, gelap, dan serius.

 

Ini pemeran Mulan versi Live Action

Setelah cukup lama menjadi teka-teki akhirnya para fans film Disney bisa merasa lega karena pemeran Mulan ternyata adalah seorang aktris Tiongkok Chrystal Liu atau Liu Yifei. Ia sendiri bukanlah aktris pendatang baru di Tiongkok. Raut wajahnya yang polos seolah tanpa dosa membuatnya menyandang gelar sang peri dari para fans di negeri tirai bambu tersebut.

 

Aktris 30 tahun ini sejak remaja telah berkecimpung dalam dunia acting dengan membintangi sejumlah drama. Ia juga pernah berakting bersama para legenda yaitu Jet Li dan Jackie Chan pada film The Forbidden Kingdom, selain itu ia juga dipercaya menjadi brand ambassador beberapa produk internasional, termasuk Dior.

 

Karir aktingnya juga didukung oleh pendidikan yang telah ditempuh yaitu di Beijing Film Academy, dan ia juga fasih berbahasa Inggris karena menghabiskan masa kecilnya di New York.

 

Casting yang super ketat

Walaupun sudah lama malang melintang dalam dunia acting, faktanya Liu Yifei tak mendapatkan peran Mulan ini dengan instan namun melalui proses penyaringan super ketat. Kabarnya proses casting telah dilakukan di lima benua dengan ribuan kandidat.

 

Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah mempunyai keahlian bela diri, fasih berbahasa Inggris, serta memancarkan aura bintang. Film ini sendiri akan ditangani oleh sutradara Nicki Caro dan akan dirilis di tahun depan.

 

Kisah Mulan sendiri merupakan adaptasi dari legenda Tiongkok yang mengisahkan cerita hidup Fa Mulan, seorang wanita yang menyamar menjadi pria demi menggantikan ayahnya mengikuti wajib militer. Siapa sangka akhirnya dialah yang menyelamatkan kaisar dari ancaman pembunuhan para pemberontak.

Panitia Asian Games 2018 Masih Kurang Dana Rp 1,1 Triliun

Terhitung tujuh bulan lagi, turnamen olahraga tingkat benua Asia yakni Asian Games 2018 bakal dilangsungkan di Indonesia. Mengambil dua kota besar yakni Jakarta dan Palembang, Asian Games 2018 akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Persiapan maksimal tentu dilakukan oleh pihak Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC). Namun kabarnya dana masih belum juga mencukupi.

 

Detik melaporkan bahwa INASGOC masih butuh tambahan anggaran sekitar Rp 1,1 triliun untuk menutupi kebutuhan pembayaran sewa venue, serta opening dan closing ceremony. Demi menutupi kekurangan dana, INASGOC sampai meminta bantuan Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Menurut Gatot S Dewa Broto selaku Deputi Keuangan INASGOC, pihaknya sudah mendapatkan Rp 1,79 triliun dari APBN Indonesia 2018.

 

Lantaran dana masih kurang, INASGOC pun sempat berharap pada pihak sponsor. Namun target sponsor sepertinya tak terpenuhi lantaran waktu yang sangat mepet. Gatot menjelaskan jika dana sebesar itu awalnya untuk test event tetapi akhirnya diputuskan jika uji coba memakai anggaran yang masih ada. Bicara soal dana INASGOC yang membengkak, sebetulnya Eris Herryanto selaku Sekjen INASGOC, sempat memprediksi jika akan ada penambahan anggaran karena biaya penginapan tamu dari Olympic Council of Asia yang mengharuskan sewa kamar hotel di area GBK.

 

Renang Ajukan Dana Pelatnas Rp 9,9 Miliar

 

Bukan hanya INASGOC yang masih kekurangan dana jelang Asian Games 2018. Karena beberapa pengurus cabang olahraga (cabor) juga harus berpikir cerdas dan memilah-milah anggaran mereka. Salah satunya ialah Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PBPRSI) yang rupa-rupanya juga tidak memperoleh dana pelatnas sesuai harapan proposal Asian Games 2018.

 

Menurut PRSI, mereka awalnya mengajukan dana pelatnas mencapai Rp 9,9 miliar, tetapi hanya disetujui sekitar Rp 2,46 miliar oleh Kemenpora. Tak cuma itu saja, Kemenpora juga mengurangi jumlah atlet pelatnas yang membuat PRSI mengutamakan atlet-atlet berpotensi medali saja.

 

“Pada dasarnya kami akan memanfaatkan dan memaksimalkan apa yang diberikan pemerintah. Namun, kami juga akan mencari sumber pendanan yang lain, apakah itu seperti sponsor atau swadaya. Jadi karena jumlah atlet dalam Surat Keputusan (SK) dikurangi, anggaran try out juga dikurangi maka harus kami membagi mana yang harus berangkat duluan, mana yang selanjutnya. Artinya tetap kami prioritaskan atlet yang potensi medali emas untuk pergi uji coba. Sedangkan sisa atlet dari 22 perenang pengajuan awal akan tetap berlatih. Tetapi di klub-klubnya masing-masing,” ungkap Wisnu Wardhana selaku Kepala Pembinaan Prestasi PRSI.

 

Angkat Besi Tak Pedulikan Dana Pemerintah

 

Setali tiga uang dengan renang, angkat besi juga tidak memperoleh dana sesuai harapan. Namun hal itu tidak membuat timnas angkat besi menghentikan ambisi menyumbangkan medali emas pada Asian Games 2018. Rosan P Roeslani selaku Ketum Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) mengakui bahwa angkat besi adalah salah satu cabor andalan Indonesia untuk mendulang medali emas.

 

Rosan membeberkan jika pemerintah menargetkan angkat besi memperoleh satu medali emas namun PABBSI sendiri berhasrat bisa mendapatkan dua medali emas. “Kami ini pejuang. Kami juga akan berupaya sendiri, dengan adanya sponsor, Bagi kami, PABBSI, tentu dengan anggaran Togel Singapura yang kami terima, kami akan berjuang semaksimal mungkin. Tetapi angkat besi ini adalah cabang unggulan, mohon ada prioritas juga karena memang kami adalah salah satu cabang yang diprioritaskan juga untuk dapatkan medali,” tutup Rosan.