Siswa Juara OSN Terima Amplop Hadiah Kosong

Seorang netizen bernama Agus Setiansyah mengunggah peristiwa yang dialami adiknya, juara 1 Olimpiade Sains tingka Kabupaten Nunukan yang menerima amplop kosong sebagai hadiah. Padahal amplop tersebut diserahkan secara langsung oleh bupati Nunukan tahun lalu. Lewat postingannya Agus mengaku merasa bingung perihal amplop tersebut padahal di sampulnya tertulis Rp. 500.000,- sebagai dana pembinaan.

 

Kas pemda kosong menjadi alasan uang hadiah tak diberikan

Setelah upacara Hardiknas di tahun lalu adiknya menerima penghargaan sebagai juara OSN berupa amplop bertuliskan Rp. 500.000,-, tapi saat dibuka ternyata kosong. Agus pun segera menghubungi Abdi Mansyur, staf Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan yang membidangi SD dan SMP. Ternyata alasan adiknya tak bisa menerima uang yang dijanjikan tersebut karena anggaran pemerintah daerah kosong. Dinas Pendidikan beberapa bulan kemudian meminta Agus memfoto fotocopy rekening atas nama adiknya dan menjanjikan uang hadiah tersebut akan ditransferkan ke rekening tersebut.

 

Sayangnya ditunggu hingga akhir tahun 2017 uang hadiah itu tak pernah dikirim. Pada hari Pendidikan Nasional di tahun 2018 ini kembali ia mengecek rekening adiknya dan berharap uang yang dijanjikan itu sudah cair. Tapi harapannya tak terwujud hingga akhirnya ia memosting kekecewaannya tersebut pada akun social media Facebook miliknya. Agus mengatakan bahwa ia terakhir mengecek nomor rekening adiknya sebelum mengunggah keluhannya tersebut.

 

sementara Kepala Dina Pendidikan Kabupaten Nunukan, Jaya Martom mengatakan masih menyelidiki permasalahan ini. Jaya Martom mengatakan bahwa kasus ini adalah kado pahit di hari Pendidikan Nasional di tahun lalu. Ia mengaku bahwa pihaknya tengah melakukan klarifikasi serta melakukan pemanggilan kepada Mansyur yang menjabat sebagai kasie sekaligus PPK.

 

Bupati Asmin Laura Hafid angkat bicara

Asmin Laura Hafid, Bupati Nunukan mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa amplop hadiah yang diserahkannya kepada juara tak ada isinya. Viralnya kasus ini membuat Bupati angkat bicara dan menyatakan penyesalannya bahwa bawahannya pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tak melaporkan permasalahan tersebut kepadanya. Lebih jauh ia menyatakan bahwa kasus togel online ini mencoreng pemerintah apalagi dilakukan kepada anak berprestasi.

 

Kejadian amplop kosong yang diberikan kepada siswa SD tersebut ternyata bermula dari pemotongan anggaran Dinas Pendidikan oleh tim anggaran pemerintah tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan bupati Nunukan. Dia juga mengatakan bahwa telah mengirimkan surat peringatan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera menuntaskan masalah amplop kosong tersebut.Mansyur, Kasie Peserta Didik Dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengatakan bahwa ada 5 siswa peserta OSD yang memperoleh amplop kosong di tahun lalu, yaitu 2 siswa SD dan 3 siswa SMP.

 

Ia juga mengaku bahwa permasalahan amplop kosong dengan alasan penghapusan anggaran dari tim anggaran pemerintah tersebut telah dilaporkan kepada atasannya. Selanjutnya ia tak lagi tahu-menahu tentang kasus tersebut karena pada bulan oktober 2017 ia dimutasi dan tak lagi mengurus masalah amplop kosong itu. Berikut ini adalah kutipan postingan dari Agus Setiansyah di akun Facebook pribadinya.

Assalamualaikum.wr.wb

Selamat Hari Pendidikan Nasional.


Selamat datang di wajah pendidikan di Kabupaten Nunukan..


Tepat tahun lalu adik kami dapatkan rewards penghargaan dan uang binaan. Di amplot tersebut tertulis 500 ribu tetapi amplot kosong. Tetapi hingga saat ini tepat 1 tahunnya dana itu belum cair. Kami tak permasalahkan nominal uangnya.. tetapi jangan berikan janji jika tidak bisa di tepatin.


Jika ingin flashback. 12 tahun lalu juga perna terjadi di dunia pendidikan. Saya perwakilan kabupaten Nunukan olimpiade Matematika. Tanda tangan di sebuah kertas bertuliskan Rp 1.600.000 tetapi saya hanya terima Rp 300.000.

Ini alasan ku yang sangat kuat kenapa masih di Nunukan. Meskipun salah satu kampus Besar dan terbaik Kalimantan Timur mengangkat diriku jadi dosen tetap dan dapatkan NIDN tanpa tes yang bisa melancarkan cita-citaku beasiswa S3.

JANGAN PERNA MEMPERMAINKAN ANAK NUNUKAN DALAM HAL PENDIDIKAN..!!!!!