Pemerintah diminta Kadin Tunda Pungutan PPh Pengusaha

Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin meminta pada pemerintah Indonesia untuk segera memberikan relaksasi yang berbentuk penundaan pembayaran Pajak Penghasilan atau PPh. Hal ini mereka usulkan demi menjaga arus kas perusahaan bandar togel singapore di tengah perlambatan ekonomi karena penyebaran virus corona.

Kadin Minta Pemerintah Berikan Relaksasi pada Pengusaha

PPh 25 merupakan pajak yang mesti dibayarkan tiap bulannya untuk orang pribadi dan badan yang mana memiliki kegiatan usaha. Ketua Umum Kadin yaitu Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pembayaran pajak dapat ditunda dalam jangka waktu tertentu dan juga dibayarkan sekaligus pada bulan Desember.

Dengan demikian, maka pembayaran tidak dilakukan secara bulanan namun langsung di akhir tahun. “Kalau perusahaan, misalnya tiap bulan bayarnya masih dibagi per 12 bulan harus mencicil untuk bayar PPh Pasal 25, di mana nanti perhitungannya pada akhir tahun,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, hari Rabu (11/3).

Menurutnya, penundaan pembayaran PPh Pasal 25 bisa membantu arus kas perusahaan saat pertumbuhan industry ketika sedang melambat. Wabah tersebut diketahui sudah menyerang ekonomi dari berbagai sector mulai dari sekor ekspor impor, perdagangan dan keuangan. “Jadi, supaya arus kas tidak terbebani saja, menolong arus kas saja,” ungkapnya lagi.

Selain PPh Pasal 25, Rosan pun mengusulkan supaya pemerintah menyiapkan dana khusus untuk bisa menyalurkan pinjaman pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Nantinya para pelaku UMKM bisa mencicil pinjaman pada bulan keenam. “Siapkan ada dana khusus, nanti pembayaran cicilan setelah 6 bulan,” katanya lagi.

Lalu Rosan juga menyarankan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya perbankan mengizinkan kreditur untuk bisa membayar bunga kredit lebih dulu sampai dengan akhir tahun. Kreditur yang mana dimaksud di sini adalah perusahaan-perusahaan yang terdampak virus corona. “Utang pokok dapat dibayarkan Desember. Ini Cuma pada perusahan yang terdampak dari virus corona supaya tak terjadi moral hazard juga,” jelasnya lagi.

Pemerintah memang diketahui menyusun paket stimulus fisikal jilid dua. Kali ini stimulus yang bakal diberikan akan terfokus pada ekspor-impor dan pajak.

Insentif Fiskal Jadi Harga Mati Selamatkan Ekonomi Tanah Air dari Virus Corona

Tak Cuma industry pariwisata saja yang terdampak virus corona. Industry lainnya saat ini juga sudah mulai terdampak efek penyebaran virus yang mana mulai mewabah di China sejak akhir tahun 2019 itu. Industry sudah mulai kekurangan bahan baku yang kebetulan diimpor dari China. Dan hasilnya, mereka sudah mulai kesulitan untuk memproduksi barang dan rentan bangkrut.

Industry yang mana paling terdampak adalah antara lain tekstil, baja, bahan kimia dan elektronik. Tidak ingin masalah itu berlarut-larut, Presiden Jokowi memerintahkan para ‘pembantunya’ untuk sesegera mungkin membuat kebijakan untuk memudahkan impor bahan baku.

Tidak ingin juga mengecewakan bosnya, maka Menteri Koordinator Bidang Perekonimian, Airlangga Hartarto pun mulai bergerak. Ia menyatakan bahwa pemerintah bakal segera merilis paket stimulus fisikal jilid kedua. Stimulus yang mana diberikan berbentuk kemudahan ekspor impor. “Jadi kami sedang mempersiapkan stimulus kedua. Itu terdiri dari ekspor dan impor. Terutama kemudahan perizinan dan ditambah juga dengan kemudian ekspor, integrasi dari system perdagangan, perhubungan dan bea cukai supaya dokumentasi ekspor lebih sederhana,” ungkapnya seminggu lalu.

Ia juga mengatakan bahwa kemudahan impor bahan baku terutama bakal diberikan bagi 500 perusahaan yang memiliki reputasi baik. Saat ini pemerintah masih mengevaluasi 500 perusahaan tersebut.