Tak Melulu Harus GBK, Stadion Bung Tomo Siap Menjadi Kandang Garuda

Ada kekecewaan yang dirasakan para fans Garuda Indonesia. Pasalnya, Gelora Bung Karno yang seharusnya bisa menampung nyaris 100.000 penonton, jadi terlihat menyedihkan tatkala jumlah seat yang terisi hanya 15.138 penonton. Memang belasan ribu penonton itu tak bisa dibilang sedikit, tetapi bagi fans Garuda, jumlah tersebut cukup mengecewakan saat Tim Nasional berlaga melawan Timor Leste beberapa saat yang lalu.

Apa Penyebab GBK Menjadi Kosong?

Menurut mereka, hal ini berefek kepada teror terhadap lawan yang terlihat kurang sangar. Karena apabila kapasitas stadion hanya berkapasitas 20.000 dan terisi 15.000, tentunya supporter bisa bringas dan menjatuhkan mental lawan. Bagi mereka, tugas suporter memang harus selalu memberikan dukungan kepada team, sekaligus menjatuhkan mental lawan menggunakan yel-yel kebanggaan.

Pertama akibat kinerja tim nasional dianggap kurang memuaskan. Apalagi di laga terakhir melawan Singapura, Indonesia kalah 0-1. Lalu yang kedua karena viralnya tagar #kosongkanGBK yang digembar gembor kan netizen sebab kasus kinerja PSSI yang mengecewakan ketika kompetisi togel online masih saja dilakukan saat timnas tanding. Selanjutnya penyebab yang ketiga akibat adanya rivalitas antar suporter sehingga membuat suporter dari kubu lain enggan datang ke GBK karena maraknya kasus-kasus penganiayaan, dan lain sebagainya.

Dengan adanya alasan tersebut, dapat dibenarkan apabila ada usulan agar laga Tim Nasional dipindahkan. Menurut mereka, masih ada home yang bisa kita manfaatkan untuk mendukung penuh laga Tim Nasional agar dapat meraih angka penuh dan peluang lolos pun tetap besar. Seperti saat AFF 2016 di Stadion Pakansari Bogor dan AFF U-16 di Sidoarjo. Antusiasme penonton disana tak kalah dengan penonton di GBK.

Alasan Timnas Tak Bermain di Luar Jakarta

Dari masalah di atas, ada pertanyaan cukup menggelitik, jika demikian mengapa Timnas senior tak main di luar Jakarta saja? Jakarta memang ibu kota, tapi tak harus melupakan stadion besar lainnya yang ada di tanah air. Seperti di Surabaya bagaimana Panpel Persebaya dan Bonek membuat teror untuk menjatuhkan mental lawan.

Seperti di Gelora Bung Tomo dimana kapasitas penontonnya berjumlah 55.000. Teriakan, nyanyian, sorakan dan teror lainnya dari puluhan ribu Bonek bisa menjadi kandang neraka untuk tim lawan sehingga support dari Bonek bisa membuat Timnas semakin semangat dan bergelora sementara lawan bisa saja terintimidasi. Pasalnya, saat Timnas U-16 berlaga Gelora Delta Sidoarjo saja bisa penuh apalagi Gelora Bung Tomo untuk Timnas senior? Pastilah bukan hal yang sulit. Di tambah lagi, Bonek sudah mendeklarasikan kata damai untuk semua suporter. Bagi mereka, yang mau datang silahkan saja. Apalagi yang mau rasis dan mengibarkan slogan “Dibun*h saja” silahkan dilakukan karena nantinya lama-lama akan terisolasi sendiri.

Fans Garuda menantikan saat dimana Timnas senior ataupun Timnas U-lainnya sukses dalam setiap laga. Pastinya hal itu tak dapat terjadi tanpa adanya support lain dari PSSI. Hingga saat ini semua pihak mengharapkan PSSI bisa sedikit membuka mata dan fairdalam mengembangkan sepakbola Indonesia. Karena kita semua tau bahwa sepakbola tak hanya milik ibukota ataupun pihak tertentu saja. Terlebih Tim Nasional Indonesia adalah tim kebanggaan tanah air kita.

Hal yang perlu diperhatikan oleh semua pihak dan fans adalah apabila Tim Nasional tak berhasil merebut tempat di hati ibukota, bukan berarti tempat lain juga menutup diri. Terlebih di Surabaya. Bonek bisa beraksi mensupport Garuda kita dengan sama hebatnya (mungkin lebih) dari apa yang bisa mereka rasakan di ibu kota. Salam satu nyali! WANI!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *